Sunday, November 4, 2018
WAYANG DAN TASAWUF JAWA
FUNGSI WAYANG: Sebagai Tontonan dan Tuntunan
Pertunjukan bayang-bayang di Indonesia telah berlangsung sejak tabun 1500 SM
sebagai sarana untuk memuja dan mendatangkan arwah leluhur. Roh nenek moyang itu,
disebut hyang atau dahyang, dapat diminta untuk memberi bantuan dan perlindungan,
namun roh dapat pula mencelakakan dan mengganggu orang, Oleh karena itu roh harus
senantiasa dipuja-puja. Para hyang diwujudkan dalam gambar atau patung, dan dipimpin
oleh Sang Hyang. Dengan demikian tokoh puncak wayang adalah arwah para leluhur
Bangsa Hindu menggunakan wayang untuk menyebarkan agama lewat cerita
Ramayana, mahakarya Walmiki sekitar 1000 tahun SM-setebal 24.000 bait, dan
Mahabarata, mahakarya Wiyasa 700-600 SM--setebal 100.000 bait.
Subscribe to:
Posts (Atom)
